Aktivitas KIM

Aktifitas KIM meliputi akses informasi yang secara keseluruhan dirangkai menjadi rangkaian kata ADINDA yang diurai sebagai berikut:

1. A-ksesibilitas Informasi Melakukan aktifitas untuk mengakses informasi dari berbagai sumber baik dari sumber langsung maupun tidak langsung. Kelompok masyarakat yang ada akan disarankan untuk mengakses (membaca/mendengar/menonton) dan memonitor media dan isinya yang terpilih, yaitu media yang menyediakan informasi yang dapat membantu menyelesaikan masalah anggota kelompok. Medianya dapat berupa radio, televise, surat kabar/bulletin/majalah, atau internet. Selain itu, kelompok dapat juga memeperoleh informasi langsung dari masyarakat, berupa aspirasi, atau langsung dari pemerintah berupa: program kerja dinas/ instansi/SKPD dan aktifasi kegiatan dinas/instansi/SKPD.

2. D-iskusi Informasi Setelah mengakses informasi kemudian dilakukan diskusi bersama anggota KIM untuk menjawab hal-hal sebagai berikut:

• apakah informasi yang diperoleh ada yang bisa dimanfaatkan.

• jika akan dimanfaatkan apakah informasinya cukup lengkap.

• apakah untuk menerapkan informasi tersebut atau memecahkannya cukup komplek atau sulit dilakukan. 

• bagaimanakah mengorganisasi anggota untuk mengimplementasikan petunjuk dan pemikiran dalam informasi tersebut. Jika satu anggota kelompok mulai menyadari adanya masalah baru, maka ada baiknya ia mulai melaksanakan diskusi/membicarakan dengan anggota kelompok lainnya untuk dapat merumuskan masalah atau topik yang betul-betul berkaitan dengan kebutuhan/kepentingan kelompok. Pastikan masalah tersebut dipahami sebagai masalah kelompok, sehingga setiap anggota kelompok dapat memberikan saran tentang cara-cara menyelesaikan masalah tersebut. Dari berbagai saran tersebut, akhirnya kelompok mempunyai beberapa alternatif penyelesaian masalah.

Sebagai langkah akhir, kelompok sebaiknya merumuskan hasil diskusi yang dapat berupa: kesimpulan/kesepakatan dan rekomendasi hasil diskusi yang akan di implementasikan. Agar dapat digunakan lain waktu, sebaiknya kelompok membuat laporan kegiatan kelompok dan mendokumentasikan informasi/basis data kelompok.

3. I-mplementasi Tahap ini dilakukan setelah tahapan sebelumnya diputuskan, diterapkan atau mendayagunakan informasi yang diperoleh. Ketika kelompok akan melaksanakan/implementasi suatu pemecahan masalah, disarankan agar kelompok mempertimbangkan sumber daya yang dimiliki dan yang dibutuhkan kelompok, baik berupa materi (bahan-bahan dan peralatan), tenaga manusianya, keuangan, maupun hubungan (kerja sama) yang telah dibina antar anggota KIM.

4. N-etworking (Jaringan Kelembagaan) Jaringan kelembagaan KIM, merupakan lembaga antar KIM atau antara setiap KIM, dalam rangka saling tukar menukar informasi dan pengalaman dalam mendayagunkan informasi. Masalah yang telah terpecahkan atau belum dapat dipecahkan di tingkat kelompok dapat dicarikan jalan keluarnya dengan menghubungi kelompok atau pihak lain. Melalui hubungan-hubungan ini akan tercipta jaringan kerja sama. Disarankan kelompok menciptakan dan membina jaringan kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak. KIM merupakan salah satu wahana komunikasi dan informasi bagi masyarakat dalam menyalurkan aspirasi dan bagi pemerintah dalam menyebarluaskan kebijakan yang terintegrasi dalam sebuah jaringan bersama.

5. D-isemenasi Informasi (Penyebaran Informasi) Menyebarluaskan informasi setelah melaui proses seleksi pengolahan informasi dan sangat diyakini sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal. Keberhasilan yang telah dirasakan oleh kelompok, sebaiknya ditularkan kepada anggota masyarakat, sehingga masyarakat betul-betul merasakan manfaat kelompok tersebut.

6. A-spirasi Disamping menyebarkan informasi kegiatan, KIM juga menyerap aspirasi masyarakat, yang berkaitan dengan pemerintah atau lembaga negara lainnya dan dunia usaha.