Buleleng Raih Penghargaan Kalpataru, Inovasi Biorock Pemuteran Jadi Sorotan Nasional

  • Jun 12, 2026
  • NYOMAN ARNAWA

Kabupaten Buleleng kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dalam bidang pelestarian lingkungan yaitu Kalpataru. Inovasi restorasi terumbu karang berbasis teknologi Biorock di Desa Pemuteran berhasil mengantarkan daerah ini meraih penghargaan prestisius, bersaing dengan lebih dari 200 peserta se-Indonesia. Kamis, (11/6) di Jakarta.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng, I Gede Putra Aryana, menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian ini. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan bukti nyata keberhasilan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga ekosistem laut.

 

"Penghargaan ini menjadi contoh sekaligus katalisator agar daerah lain, khususnya di Buleleng, turut bergerak dalam pelestarian lingkungan, terutama ekosistem laut. Kami sangat bangga dengan dedikasi Bapak Komang Astika dan tim di Pemuteran," ujar I Gede Putra Aryana.

 

Di balik keberhasilan tersebut, terdapat inovasi teknologi bernama Biorock yang digagas oleh Komang Astika. Teknologi ini memanfaatkan arus listrik tegangan rendah untuk mempercepat proses pertumbuhan terumbu karang.

 

Komang Astika menjelaskan bahwa sistem ini bekerja menggunakan dua komponen utama, yaitu anoda (titanium) dan katoda (besi bangunan). 

 

"Dengan mengalirkan listrik tegangan rendah ke struktur besi yang dibentuk menyerupai bunga lotus atau kubah, terjadi reaksi kimia yang menyebabkan mineral kapur (kalsium karbonat) mengendap pada struktur tersebut," jelas Komang.

 

Hasilnya, struktur besi menjadi media yang sangat nyaman, bersih, dan keras bagi bibit terumbu karang untuk berkembang. Hal ini memungkinkan karang tumbuh jauh lebih cepat dan sehat dibandingkan dengan kondisi alami, yang pada akhirnya menciptakan habitat ideal bagi ikan dan biota laut lainnya.

 

Penerapan teknologi ini menurut Komang bermula dari keprihatinan mendalam masyarakat Desa Pemuteran. Dahulu, wilayah laut Pemuteran mengalami kerusakan parah akibat pemanasan global, praktik pengeboman ikan, serta penggunaan potasium.

 

Kini, berkat komitmen restorasi menggunakan teknologi Biorock, Komang mengklaim kawasan seluas kurang lebih 2 hektare di perairan Pemuteran telah berhasil dipulihkan. 

 

"Keberhasilan ini tidak hanya mengembalikan keindahan bawah laut, tetapi juga menjadi model keberlanjutan ekonomi biru bagi masyarakat pesisir di Indonesia" tutup Komang. (can)